Guncangan Pasar: Rupiah dan IHSG Menuju Level Terendah, Risiko Fiskal Membayangi

Pasar keuangan Indonesia dikejutkan dengan penurunan tajam nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rupiah merosot mendekati level terendah dalam beberapa waktu terakhir, sementara IHSG mengalami koreksi signifikan, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan pelaku pasar.

Para analis ekonomi menyoroti kondisi fiskal Indonesia yang dinilai “compang-camping” dan rentan terhadap guncangan eksternal. Mereka memperingatkan bahwa defisit anggaran yang melebar, utang pemerintah yang meningkat, dan ketidakpastian global dapat memicu krisis ekonomi.

“Ruang fiskal Indonesia saat ini sangat terbatas. Jika terjadi gejolak ekonomi global, kita akan sangat rentan,”

Pelemahan rupiah dipicu oleh berbagai faktor, termasuk penguatan dolar AS, kekhawatiran terhadap inflasi, dan sentimen negatif terhadap pasar negara berkembang. Sementara itu, penurunan IHSG dipengaruhi oleh aksi jual investor asing yang khawatir terhadap prospek ekonomi Indonesia.

“Investor asing saat ini sedang melakukan wait and see. Mereka khawatir terhadap risiko fiskal dan ketidakpastian politik,”

emerintah Indonesia telah berupaya meredam kekhawatiran pasar dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, termasuk intervensi Bank Indonesia di pasar valuta asing dan pasar obligasi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih dipertanyakan.

“Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang lebih tegas dan kredibel untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan fiskal sangat penting,”